Monday, 17 June 2013

Subhanallah ! Otak Arwah Mangsa Rentung Segar Seperti Hidup


Subhanallah ! Otak Arwah Mangsa Rentung Segar Seperti Hidup


Subhanallah ! Otak Arwah Mangsa Rentung Segar Seperti Hidup - Satu demi satu keajaiban dapat disaksikan sepanjang membuat liputan tragedi kebakaran yang menyebabkan seorang pelajar Maahad Tahfiz Al-Barakah (Mantab), Kampung Masjid, Tikam Batu terkorban dalam kejadian jam 1.50 pagi, Sabtu lalu. Namun, apa yang berlaku pasti mempunyai hikmah tersendiri selain menunjukkan kekuasaan ALLAH SWT. I
ni bukan sahaja dapat dibuktikan dengan penemuan barang-barang milik mangsa terkorban yang masih elok tersusun dalam almari kayu sedangkan almari besi milik pelajar lain semuanya hangus termasuk pakaian dan barang-barang peribadi lain. Dalam kejadian itu, mangsa, Aiman Nurhakim Yahya, 13, seorang pelajar pintar, rajin dan antara yang paling berdisiplin dikatakan gagal ntuk menyelamatkan diri setelah terperangkap dalam kebakaran di asrama tempat mereka menetap.
Menceritakan kembali tragedi itu, Penaung Rangkaian Pusat Pendidikan Al-Barakah yang juga imam kariah Kampung Masjid, Anuar Md Isa berkata, kesemua pelajar sudah terjaga dari tidur dan menjangkakan Aiman adalah yang terakhir keluar menyelamatkan diri. “Kemungkinan arwah yang tidur di tingkat atas cuba untuk turun melalui tangga, tetapi bahagian atas binaan asrama yang berasaskan kayu runtuh menyebabkan dia terperangkap dalam api yang marak,” katanya.
Menurut Anuar, apa yang lebih ajaib ialah penemuan barang-barang peribadi milik arwah yang masih elok tersusun dalam almari miliknya sedangkan barang peribadi rakan-rakan lain semuanya musnah. “Kalau nak diikutkan, api menjulang tinggi sehingga memusnahkan keseluruhan bahagian asrama, bagaimanapun almari Aiman yang diperbuat daripada kayu, terpelihara.
“Apa yang saya perasan juga ialah selipar yang selalu digunakan arwah selalunya diletakkan di luar, tetapi sebelum kejadian, dia ambil dan letak elok-elok dalam laci. Selipar itu juga masih elok dan tersimpan rapi,” katanya yang mengakui sesuatu keajaiban mengenai peribadi pelajar itu. Anuar berkata, Aiman baru sahaja selesai menghabiskan satu juzuk al-Quran dan dijangka bakal masuk ke juzuk kedua.
“Dia baru sahaja melakukan tasmid (mendengar bacaan al-Quran) satu juzuk dengan ustaznya bagi membolehkannya memasuki juzuk kedua yang dijangka hari ini (semalam),” katanya. Lebih memeranjatkan, Anuar berkata, pakar yang melakukan bedah siasat ke atas jasad Aiman mendapati, otaknya masih segar, seperti otak orang masih hidup, sedangkan anggota badan lain sudah rentung. “
Memang keajaiban apabila pakar yang menjalani bedah siasat menjelaskan, otaknya masih segar, bersinar seolah-olah milik insan yang masih hidup,” katanya, memuji kekuasaan ALLAH SWT

Ikut Membangun Masjid, Lelaki Amerika Ini Akhirnya Memeluk Islam



















Dari kota metro New York, Umar Abdul Aziz memilih pindah ke Abiquiu, sebuah 
kota kecil di New Mexico. Mencari pekerjaan, demikian niat awalnya pindah. Ia 
merupakan seorang pekerja konstruksi yang tergiur ikut serta pada projek 
pembangunan besar di Abiquiu. Ya, Umar melamar menjadi tukang bangunan 
masjid.

Tapi, siapa sangka kepindahannya ke Abiquiu merupakan pintu awal menuju 
hidayah. Bekerja membangun masjid bersama pekerja Muslim membuat Umar 
jatuh hati pada agama ini.

"Aku benar-benar menikmatinya. Itu adalah pengalaman yang indah," ujar 
Umar menggambarkan perasaannya saat menjadi bagian dari pembangunan 
masjid Abiquiu.

Kisah Umar memang berawal dari kesulitan hidup kerana menganggur. 
Ditambah lagi, ia harus menafkahi dua putranya yang saat itu masih berusia 
sembilan dan 10 tahun. Umar sempat pindah ke Santa Fe dan tinggal bersama 
adiknya di sana.

Tapi, di kota tersebut Umar tetap saja tak mendapat pekerjaan. Hingga pada 
suatu pagi, ia membaca sebuah artikel surat kabar mengenai yayasan yang 
berencana membangun masjid di Abiquiu. Dengan keahlian pertukangan yang 
ia miliki, ia pun bersemangat untuk mendaftar sebagai pekerja konstruksi di 
yayasan tersebut.

Keesokan hari, dengan semangat Umar menuju Abiquiu dengan mengendarai 
truk tua milik adiknya. Ia melamar kerja dan langsung diterima. Ia pun senang 
bukan kepalang, akhirnya pekerjaan yang ia impikan datang juga. Tak banyak 
membuang waktu, Umar segera mengemasi barang-barang dan pindah dari 
rumah adiknya menuju Abiquiu. Di kota kecil itu, dia dan putranya tinggal 
di sebuah kamp di belakang masjid. Banyak pekerja konstruksi masjid yang 
tinggal di sana.
Sejak saat itu, Umar pun bertetangga dengan beberapa Muslim. Sosialisasi 
yang menyenangkan dirasakan oleh Umar. Ia sering kali diajak masak,sarapan, 
dan jalan-jalan bersama. Setiap kali waktu Subuh tiba, para Muslimin telah terjaga. 
Umar pun terbiasa mengikuti ritme mereka. Saat bekerja membangun masjid pun 
mereka menjadi teman yang menyenangkan.

"Kami tinggal di perkemahan di belakang masjid dan kami tinggal sepanjang 
musim panas. Saat itu, kami amat sangat menikmati. Anak-anak saya benar-
benar menikmatinya dan itu adalah pengalaman yang indah," ujar Umar.
Itulah kali pertama ia tertarik pada Islam. Umar pun merasakan budaya yang 
beragam tak membuat teman-teman Muslimnya itu tak akur. Satu Tuhan dan 
satu agama membuat beragam etnis hidup rukun. "Aku bertemu banyak orang 
baik dari tim kerja yang tinggal di desa Abiquiu. Jadi, itu adalah tim yang amat 
beragam. Aku bertemu Muslim dari Amerika, Eropa, Turki, dan Arab yang ikut 
serta dalam proyek pembangunan masjid ini," kata Umar.
Saat mengerjakan proyek masjid, ia mendapat kesempatan untuk belajar teknik 
bangunan. Menurut Umar, masjid yang dibangun di Abuquiu itu merupakan masjid 
pertama di Amerika yang bahan bangunannya dari batako. Lengkungan kubah ala 
Mesir yang tak pernah dijumpai di Amerika diterapkan saat membuat masjid ter
sebut. Sebagai pencinta konstruksi, Umar pun merasakan kebahagiaan saat ikut 
membangunnya. "Banyak orang New Mexico yang datang kemari untuk belajar 
bangunan ala Mesir," tuturnya.
Alhasil, selama bekerja membangun masjid, hidupnya yang selama ini terlunta 
tiba-tiba menjadi hal yang menyenangkan. Ia sangat bahagia dapat bergabung 
bersama Muslimin. Bergaul dengan Muslimin membuatnya mengenal Islam. 
Sehingga, bukan hanya rezeki yang ia dapat setelah bekerja di sana, hidayah 
pun kemudian merasuki lubuk hati Umar. Ia mempelajari agama Islam, kemudian 
memantapkan diri di atas agama yang diridhai Allah. Ia pun memeluk Islam 
pada 1969.

Gambar Artis-artis Wanita Indonesia Yang Bertatu


Trend bertatu di kalangan selebriti Indonesia bukanlah hal yang aneh. Kalau dulu tatu lebih sinonim dengan sifat liar dan nakal. Namun kini tatu sudah dianggap sebahagian karya seni sehinggakan ramai artis dan selebriti wanita Indonesia tertarik untuk menghiasi bahagian-bahagian tubuh mereka dengan tatu, bahkan ada yang membuat tatu dibahagian tubuh yang sensitif dan tersembunyi.

Nikita Mirzani

Fahrani

Tamara Geraldine

Chantal Della Conchetta

Melanie Subono

Julia Perez

Sheila Marcia

Poppy Bunga

Olla Ramlan

Poppy Sovia

My Paradise68 Archive

Share

Twitter Delicious Facebook Digg Stumbleupon Favorites More